Salam buat fajar..Lihatlah hari ini ..Sebab Ia adalah kehidupan,Kehidupan dari kehidupan...
Tersenyumlah .....Selama Antara kita Dan Kematian Ada Jarak Sejengkal,
Setelah itu Kita Takkan Tersenyum Lagi .....

Dimulakan Dengan Bismillah
Thursday, June 15, 2006
WAkTu Y4nG tErSiSa
Bismillahirrahmaanirrahiim


Sahabat…
Bisa jadi jejak langkah kita di dunia ini tidak akan lama lagi.
Entah hari ini, esok, atau lusa.
Kita harus meninggalkan dunia yang fana ini.
Kita harus ridha meninggalkannya.

Kita tak pernah tahu kapan kita harus kembali untuk menghadapNya.
Menghadap dalam makna mempertanggungjawabkan seluruh perbuatan baik-buruk selama hidup.

Kita seringkali melupakan atau pura-pura lupa bahwa,
Malaikat Maut tengah bersiap-siap untuk menjemput kita.
Setiap saat.

Kapan saja! Al-Qur'an mensinyalir kehidupan dunia hanya fatamorgana
Semu.
Dan hanya kesenangan yang menipu.
Firman-Nya, "Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur." (QS. At-Takaatsur : 1-2).
Maka
sesungguhnya kebahagiaan di akherat adalah lebih utama dari kehidupan di dunia,
sebagaimana Allah berfirman, "Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan : Tuhan (Rab) kami adalah Allah.

Kemudian mereka tetap istiqamah, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita.
Mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya, sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan." (QS. Al-Ahqaaf : 13-14).
Begitulah sebuah perbandingan nyata, yang bisa dirasa oleh keimanan semata.

Sahabat…
Agar hidup dan kehidupan kita tidak sia-sia, hingga menyesal sepanjang masa.
Maka, Rasulullah SAW jauh-jauh hari sudah mengingatkan agar berhati-hati menggunakan waktu.

Nasehat beliau, "Pergunakanlah waktumu sebaik mungkin, karena salah satu pertanyaan di akherat kelak kau gunakan apa waktumu selama di dunia?"
Ini yang pertama.

Kedua
kesungguhan memerankan peran.

Sebagaimana kita pahami, Allah tidak pernah menilai seseorang berdasar baju sosial yang disandangnya, yang Allah pandang hanya nilai takwa.

Maka
apapun peran kita dalam komunitas sosial, peran adalah aksesoris.
Itulah sebabnya, peran hanya objek pelengkap.

Dengan demikian indikator kesuksesan kita di mata Allah
semata-mata karena kesungguhan memerankan peran.
Sebagai umpama jika pada saat ini kita tengah memerankan peran sebagai staf di sebuah perusahaan,
maka janganlaah sungkan untuk melakukan pekerjaan yang terbaik sebagai staf.

Berkarya dengan baik,
bukan karena atasan,
bukan pula karena kacamata sosial,
tetapi bekerja dengan baik karena kita tahu Allah yang menyuruh agar kita selalu berbuat baik dan sungguh-sungguh.
Firman-Nya, "Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain."
(QS. Alam Nasyrah : 7).

sahabat...
Yang ketiga yaitu bersegeralah dalam melakukan kebaikan.
Dalam menjalani proses hidup setiap orang akan mengalami kondisi 'jatuh bangun'. Kondisi itu bukan saja dalam siklus ekonomi, demikian pun dalam perjalanan menuju ma'rifatullah.

Karenanya menjadikan proses 'jatuh bangun' sebagai upaya berlindung kepada-Nya merupakan tabiat kemuliaan seorang mukmin. Nabi dan rasul dalam mengemban risalahnya tidak terlepas dari sisi jatuh bangun.

Meskipun demikian, mereka tetap tabah menghadapi segala rintangan. Sebab mereka meyakini bahwa jatuh bangun adalah bagian dari proses pensucian diri.
Kemudian yang keempat, selalu merindukan pertolongan Allah.

Kerinduan kepada Allah cirinya terbagi empat yaitu;
(1) Sering menyebut nama-Nya.

(2) Selalu ingin dan merasa dekat.

(3) Selalu ingat. Dan

(4) selalu berkorban untuk yang dirindukannya.

Sedangkan yang terakhir, berusaha melakukan yang terbaik.
Kebaikan yang kita lahirkan, tidak akan tersiakan.

Karena hal itu dijamin oleh Allah sebagaimana tersurat dalam firman-Nya, "Pada hari itu manusia seperti anai-anai yang bertebaran, dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan. Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan)nya maka ia berada dalam kehidupan yang memuaskan."
(QS. Al-Qari'ah : 4-7).

Sahabat…
Demikianlah,
agar kita terhindar dari perangkap jaring penyesalan yang tiada berakhir,
maka bersegeralah dalam melakukan kebaikan.
Di samping memanfaatkan waktu dan kesempatan yang kita miliki.
(Drs. Encon Rahman)[DPU] (kotasantri)

"Alhamdulillah Alkhor ba'da subuh "
posted by Yulia Faris @ 6:39 PM   0 comments
Monday, June 12, 2006
Indahnya malam pertama
Bismillahirrahmaanirrahiim ..
Satu hal sebagai bahan renungan kita...
Tuk merenungkan indahnya malam pertama
Tapi bukan malam penuh kenikmatan duniawiah semata
Bukan malam pertama masuk ke peraduan Adam dan Hawa

Justeru malam pertama perkawinan kita dengan Sang Mauuut
Sebuah malam yang meninggalkan isak tangis sanak saudara
Hari itu...mempelai sangat dimanjakan Mandipun...harus dimandikan Seluruh
badan kita terbuka....
Tak ada sehelai benangpun menutupinya..
Tak ada sedikitpun rasa malu...
Seluruh badan digosok dan dibersihkan
Kotoran dari lubang hidung dan anus dikeluarkan Bahkan lubang - lubang
itupun ditutupi kapas putih...
Itulah sosok kita....
Itulah jasad kita waktu itu

Setelah dimandikan...,
Kitapun kan dipakaikan gaun cantik berwarna putih Kain itu ...jarang orang
memakainya..
Karena bermerk sangat terkenal bernama Kafan Wewangian ditaburkan ke baju
kita...
Bagian kepala..,badan..., dan kaki diikatkan Tataplah....tataplah...itulah
wajah kita Keranda pelaminan...
langsung disiapkan Pengantin bersanding sendirian...

Mempelai di arak keliling kampung bertandukan tetangga Menuju istana
keabadian sebagai simbol asal usul kita
Diiringi langkah gontai seluruh keluarga Serta rasa haru para handai taulan
Gamelan syahdu bersyairkan adzan dan kalimah kudus Akad nikahnya bacaan
talkin...
Berwalikan liang lahat..
Saksi - saksinya nisan-nisan..yang tlah tiba duluan Siraman air
mawar..pengantar akhir kerinduan

dan akhirnya.....
Tiba masa pengantin..
Menunggu dan ditinggal sendirian...
Tuk mempertanggungjawabkan seluruh langkah kehidupan

Malam pertama bersama KEKASIH..
Ditemani rayap - rayap dan cacing tanah
Di kamar bertilamkan tanah..
Dan ketika 7 langkah tlah pergi....
Kitapun kan ditanyai oleh sang Malaikat...
Kita tak tahu apakah akan memperoleh Nikmat Kubur...
Ataukah kita kan memperoleh Siksa Kubur.....
Kita tak tahu...dan tak seorangpun yang tahu....
Tapi anehnya kita tak pernah galau ketakutan....
Padahal nikmat atau siksa yang kan kita terima Kita sungkan sekali
meneteskan air mata...
Seolah barang berharga yang sangat mahal...

Dan Dia Kekasih itu..
Menetapkanmu ke syurga..
Atau melemparkan dirimu ke neraka..
Tentunya kita berharap menjadi ahli syurga...
Tapi....tapi ....sudah pantaskah sikap kita selama ini...
Untuk disebut sebagai ahli syurga ?????????

Sahabat...mohon maaf...jika malam itu aku tak menemanimu Bukan aku tak
setia...
Bukan aku berkhianat....
Tapi itulah komitmen azali tentang hidup dan kehidupan Tapi percayalah...aku
pasti kan mendo'akanmu...
Karena ...aku sungguh menyayangimu...
Rasa sayangku padamu lebih dari apa yang kau duga Aku berdo'a...semoga kau
jadi ahli syurga. Amien

Sahabat....., jika ini adalah bacaan terakhirmu Jika ini adalah renungan
peringatan dari Kekasihmu Ambillah hikmahnya.....
Tapi jika ini adalah salahku...maafkan aku....
Terlebih jika aku harus mendahuluimu....
Ikhlaskan dan maafkan seluruh khilafku
Yang pasti pernah menyakiti atau mengecewakanmu.....
kalau tulisan ini ada manfaatnya....
Silakan di print ou dan kau simpan sebagai renungan...
Siapa tahu ...suatu saat kau ingat padaku Dan...aku tlah di alam lain....
Satu pintaku padamu...
Tolong do'akan aku....

S. Oliel. A/ 7 April 2006
posted by Yulia Faris @ 4:21 AM   0 comments
Sunday, June 11, 2006
Assalamu' 3alaykum warahmatullah wb
Aku rindu zaman ketika halaqoh adalah kebutuhan, bukan sekedar sambilan apalagi hiburan
Aku rindu zaman ketika membina adalah kewajiban, bukan pilihan apalagi beban dan paksaan
Aku rindu zaman ketika dauroh menjadi kebiasaan, bukan sekedar pelengkap pengisi program yang dipaksakan
Aku rindu zaman ketika tsiqoh menjadi kekuatan, bukan keraguan apalagi kecurigaan
Aku rindu zaman ketika tarbiyah adalah pengorbanan, bukan tuntutan dan hujatan
Aku rindu zaman ketika nasihat menjadi kesenangan bukan su' udzon atau menjatuhkan
Aku rindu zaman ketika kita semua memberikan segalanya untuk da' wah ini
Aku rindu zaman ketika nasyid ghuroba menjadi lagu kebangsaan
Aku rindu zaman ketika hadir di liqo adalah kerinduan, dan terlambat adalah kelalaian
Aku rindu zaman ketika malam gerimis pergi ke puncak mengisi dauroh dengan ongkos ngepas dan peta tak jelas
Aku rindu zaman ketika seorang ikhwah benar-benar jalan kaki 2 jam di malam buta sepulang tabligh dawah di desa sebelah
Aku rindu zaman ketika akan pergi liqo selalu membawa uang infak, alat tulis, buku catatan dan Qur'an terjemahan ditambah sedikit hafalan
Aku rindu zaman ketika seorang binaan menangis karena tak bisa hadir di liqo
Aku rindu zaman ketika tengah malam pintu depan diketok untuk mendapat berita kumpul subuh harinya
Aku rindu zaman ketika seorang ikhwah berangkat liqo dengan ongkos jatah belanja esok hari untuk keluarganya
Aku rindu zaman ketika seorang murobbi sakit dan harus dirawat, para binaan patungan mengumpulkan dana apa adanya

Aku rindu zaman itu,
Aku rindu....
Ya ALLOH,
Jangan Kau buang kenikmatan berda' wah dari hati-hati kami
Jangan Kau jadikan hidup ini hanya berjalan di tempat yang sama
Jazakillah for my beloved sister
posted by Yulia Faris @ 9:26 AM   0 comments
Saturday, April 29, 2006
Ketika Allah MengaTakaN TidAK


Ya Allah ambillah kesombonganku dariku
Allah berkata, "Tidak.
Bukan Aku yang mengambil, tapi kau yang harus menyerahkannya."

Ya Allah sempurnakanlah kekurangan anakku yang cacat
Allah berkata, "Tidak.
Jiwanya telah sempurna, tubuhnya hanyalah sementara."

Ya Allah beri aku kesabaran
Allah berkata tidak .
Kesabaran didapat dari ketabahan dalam menghadapi cobaan,
tidak diberikan, kau harus meraihnya sendiri."

Ya Allah beri aku kebahagiaan ..
Allah berkata, "Tidak.
Kuberi keberkahan,
kebahagiaan tergantung kepadamu sendiri untuk menghargai keberkahan itu."

Ya Allah jauhkan aku dari kesusahan
Allah berkata, "Tidak.
Penderitaan menjauhkanmu dari jerat duniawi dan mendekatkanmu pada Ku."

Ya Allah beri aku segala hal yang menjadikan hidup ini nikmat ..
Allah berkata, "Tidak.
Aku beri kau kehidupan supaya kau menikmati segala hal."

Ya Allah bantu aku MENCINTAI orang lain, sebesar cintaMu padaku..
Allah berkata... "Akhirnya kau mengerti !"

Kadang kala kita berpikir bahwa Allah tidak adil,
kita telah susah payah memanjatkan doa,
meminta dan berusaha,
pagi-siang-malam,
tapi tak ada hasilnya.
Kita mengharapkan diberi pekerjaan,
puluhan-bahkan ratusan lamaran telah kita kirimkan tak ada jawaban sama sekali
orang lain dengan mudahnya mendapatkan pekerjaan.
Kita sudah bekerja keras dalam pekerjaan mengharapkan jabatan,
tapi justru orang lain yang mendapatkannya-tanpa susah payah.

Kita mengharapkan diberi pasangan hidup yang baik dan sesuai,
berakhir dengan penolakkan dan kegagalan,
orang lain dengan mudah berganti pasangan.
Kita menginginkan harta yang berkecukupan,
namun kebutuhanlah yang terus meningkat.

Coba kita bayangkan diri kita seperti anak kecil yang sedang demam dan pilek,
lalu kita melihat tukang es.
Kita yang sedang panas badannya merasa haus dan merasa dengan minum es dapat mengobati rasa demam (maklum anak kecil).
Lalu kita meminta pada orang tua kita (seperti kita berdoa memohon pada Allah) dan merengek agar dibelikan es.
Orangtua kita tentu lebih tahu kalau es dapat memperparah penyakit kita.
Tentu dengan segala dalih kita tidak dibelikan es.
Orangtua kita tentu ingin kita sembuh dulu baru boleh minum es yang lezat itu.
Begitu pula dengan Allah,
segala yang kita minta Allah tahu apa yang paling baik bagi kita.
Mungkin tidak sekarang,
atau tidak di dunia ini Allah mengabulkannya.
karena Allah tahu yang terbaik yang kita tidak tahu.
Kita sembuhkan dulu diri kita sendiri dari "pilek" dan "demam".... dan terus berdoa.
"Alhamdulillah ba'da ashar "
posted by Yulia Faris @ 5:30 AM   0 comments
Friday, April 28, 2006
Yang MaNakAh KiTa
Siapakah orang yang sibuk ?
Orang yang sibuk adalah orang yang tidak mengambilpusing akan waktu shalatnya seolah-olah ia mempunyaikerajaan seperti kerajaan Nabi Sulaiman a.s.
Siapakah orang yang manis senyumannya?
Orang yang mempunyai senyuman yang manis adalah orangyang di timpa musibah lalu dia kata "Inna lillahiwainna illaihi rajiuun." Lalu sambil berkata, "YaRabbi Aku ridha dengan ketentuanMu ini", sambilmengukir senyuman.
Siapakah orang yang kaya?
Orang yang kaya adalah orang yang bersyukur dengan apayang ada dan tidak lupa akan kenikmatan dunia yangsementara ini.
Siapakah orang yang rugi?
Orang yang rugi adalah orang yang sudah sampai usiapertengahan namun masih berat untuk melakukan ibadatdan amal-amal kebaikan.
Siapakah orang yang paling cantik?
Orang yang paling cantik adalah orang yang mempunyaiakhlak yang baik.
Siapakah orang yang mempunyai rumah yang paling luas?
Orang yang mempunyai rumah yang paling luas adalahorang yang mati membawa amal amal kebaikan di manakuburnya akan di perluaskan kemana mata memandang.
Siapakah orang yang mempunyai rumah yang sempit lagimenghimpit?
Orang yang mempunyai rumah yang sempit adalah orangyang mati tidak membawa amal-amal kebaikan lalu kuburnya menghimpitnya.
Siapakah orang yang mempunyai akal?
Orang yang mempunyai akal adalah orang-orang yangmenghuni surga kelak karena telah mengunakan akalsewaktu di dunia untuk menghindari siksa neraka.
Siapakah orang yg bijak?
Orang yg bijak ialah org yg tidak membiarkan ataumembuang tulisan ini begitu saja, malah dia akanmenyampaikan pula pada org lain untuk dimanfaatkan danmengambil contoh sebagai sandaran dan pedomankehidupan sehari-hari.
"Alhamdulilllah ba'da zhuhur "
posted by Yulia Faris @ 4:23 AM   3 comments
about me



Name: Yulia Faris
About Me: Bismillah ... Adalah sebuah nasehat yg baik yg pernah diberikan kepada yg muda yaitu " Kerjakan selalu apa Yang kamu Takutkan "
See my profile

Last Post
Archives
Time and Calendar
Imsakiyah

Quotes
Siapakah orang yang pandai? Orang yang pandai adalah orang yang bersiap siap untuk hari kematiannya kerana dunia ini berusia pendek sedang akhirat kekal abadi

Siapakah orang yang kaya? Orang yang kaya adalah orang yang bersyukur dengan apa yang ada dan tidak tamak akan kenikmatan dunia yang sementara ini.

Siapakah orang yang kuat? Orang yang kuat adalah orang yang dapat menahan amarahnya

Siapakah orang yang maju dalam hidupnya? Orang yang maju dalam hidupnya adalah orang-orang yang senantiasa mempertingkat ilmu agamanya.

Links
Affiliates
15n41n1
© 2006 yuliafaris.blogspot.com